oleh

DPRD Lampung Tengah Minta Pemerintah Kontrol Harga Bahan Pokok di Pasaran

Liputankota-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Tengah meminta pemerintah setempat untuk segera mengontrol harga dan stok bahan pokok yang dibutuhkan. Hal itu diungkapkan Toni Sastra Jaya selaku Anggota Komisi II.

Dikatakannya, di tengah wabah covid-19 ini, sebagian besar kebutuhan masyarakat terbatas stoknya dan harganya melambung tinggi.

Dan satu lagi, lanjut Tosa, sapaan akrabnya, daya beli masyarakat kini semakin lemah di tengah pandemic covid-19 yang belum tentu kapan berakhirnya.

Tosa mengajak seluruh pejabat di Kabupaten Lampung Tengah untuk berperan aktif dalam memerangi covid-19 serta mengontrol harga dan stok bahan pokok di pasaran.

“Jangan sampai stok bahan pangan di Lampung Tengah menjadi berkurang atau ada indikasi penimbunan yang kemudian membuat harga naik dan bahan pokok menjadi langka. Masyarakat yang dirugikan bila sampai itu terjadi,” ungkap Tosa, Sabtu (9/5/2020).

Selain itu, Tosa menyoroti LPG 3 kilogram yang merupakan program subsidi pemerintah. LPG jenis ini merupakan konsumsi masyarakat bawah. Maka itu, harga dan stoknya tak boleh menjadi permainan kartel.

Berita lain: Masalah Bansos Sembako, DPRD Lampung Tengah Akan Kawal Hingga Tuntas.

Tosa bilang, LPG 3 kilogram ini sangat mempengaruhi aktivitas masyarakat kecil. Dimana bahan bakar tersebut menjadi konversi penggunaan minyak tanah.

“Kami dari Komisi II DPRD Lampung Tengah akan mengawasi stok dan harga LPG 3 kilogram tersebut dengan ketat. Jangan sampai harga dan stoknya dipermainkan oleh segelintir oknum untuk memperkaya diri di tengah covid-19,” tegasnya.(Jak)

Komentar

News Feed