oleh

Jadi Alat Perang Paling Canggih, Ketum JMSI Tegaskan Peran Media Sangat Penting

-Nasional-71 views

Liputankota-Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa mengatakan dua decade belakangan, setidaknya sejak tahun 2000, lanskap komunikasi berubah drastic.

“Dimana produsen informasi bukan lagi korporasi, perusahaan media, tetapi siapapun bisa memproduksi informasi,” kata Teguh ketika berbicara dalam diskusi virtual bertajuk “Membaca Diplomasi Indonesia”, Minggu siang (5/7/2020).

Teguh bilang, peran media itu sangat penting. Bahkan, media bisa menjadi alat perang paling canggih yang menjadikan system kesadaran individu sebagai sasaran atau target utama.

Media dapat membuat kelompok sasaran menjadi lumpuh dan kehilangan keyakinan. Dan, bila itu terjadi maka pihak lawan yang menggunakan media sebagai alat perang tidak perlu repot-repot mengirimkan armada perang untuk menaklukan. “Ini arti penting media,” tegasnya.

Diskusi virtual ini dipandu Direktur Daerah Tertinggal (Perbatasan Negara), Transmigrasi, dan Perdesaan, Bappenas, Dr. Velix V. Wanggai, yang juga alumni HI Universitas Gadjah Mada (UGM).

Hadir sebagai keynote speaker adalah Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Kementerian Luar Negeri yang juga Jurubicara Kemlu, Teuku Faizasyah, Ph.D.

Berita lain: Teguh Santosa Pimpin JMSI, Nasihin Masha Jabat Anggota DK PWI Pusat.

Pembicara lain adalah Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, Dosen Senior HI Universitas Indonesia Evi Fitriani, M.A., Ph.D, Marketing & Communication Director Accenture Indonesia Dr. Nia Sarinastiti, serta sastrawan Okky Madasari yang juga PhD Candidate dari National University of Singapore.

Juga hadir sebagai pembicara Implementation Director, KOMPAK Program (Indonesia Governance for Growth), Australia-Indonesia Partnership, Theodore Weohau, dan Head of Democratic Governance and Poverty Reduction Unit, UNDP, Siprianus Bate Soro, MA.(Tom)

Komentar

News Feed