oleh

Pengukur Kualitas Udara Tak Berfungsi, DLH: Cuma Bagian Monitor yang Rusak

Liputankota-Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Hery Tafiyudien mengatakan kerusakan alat pengukur kualitas udara tersebut rusak disebabkan usia pakai.

Kata Hery, kerusakan yang terjadi pada alat pengukur udara tersebut hanya pada bagian monitor saja. Sementara alat Air Quality Monitoring System (AQMS) masih berfungsi.

“Hanya monitor nya saja, tapi alat yang didalamnya masih berfungsi jadi kita masih bisa mengambil datanya. Hanya monitor luar,” kata Hery, ditulis Sabtu 6 Februari 2021.

Hery bilang, pihaknya sudah menganggarkan untuk perbaikan alat pengukur kualitas udara tersebut. Namun ia tak menyebutkan jumlah anggarannya.

“Paling perbaikan monitor saja gak seberapa, sudah dianggarkan kita lagi cari pihak ketiga yang bisa memperbaikinya,” jelasnya.

Baca: Warga Keluhkan Alat Pengukur Kualitas Udara di Tanah Tinggi Tak Berfungsi

Terkait pencemaran di kawasan Benteng Betawi dan Sudimara Barat, Hery bilang masih dibawah baku mutu atau pencemaran ringan. Jadi kondisi udara di Kota Tangerang masih dalam kondisi baik.

“Masih di bawah baku mutu, pencemaran ringan,” tukasnya.

Menurut Hery, tahun ini pihaknya tak melakukan penambahan alat pengukur kualitas udara seperti yang sudah terpasang di kawasan Benteng Betawi dan Sudimara Barat. Namun pihaknya akan mendapatkan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk ditempatkan di sekitar Kecamatan Jatiuwung dan Kategori Industri.(Tom/Jack)

Komentar

News Feed