oleh

Soal Kerohiman dan Pemindahan Makam di Selapajang, Amanat: AP2 Sebaiknya Cari Solusi

Liputankota-Ketua Aliansi Masyarakat Neglasari Kota Tangerang (Amanat) Bambang W mengatakan, persoalan lahan untuk jalur run way Bandara Soekarno-Hatta masih menyisakan permasalahan yang hingga kini belum rampung.

Seperti dua masalah yang terjadi di Selapajang Jaya. 19 rumah warga yang barada di atas tanah bengkok seluas 2,3 hektare masih belum ada kejelasan tentang uang kerohiman. Selain itu, ratusan makam yang berada di atas lahan seluas 5.400 meter per segi yang tak jelas ikhwal pemindahan makam nya.

“Permasalahan-permasalahan yang tengah terjadi ini harus segera dicarikan solusinya. Diharapkan pihak AP2 dapat memberikan solusi yang terbaik bagi masyarakat,” kata Bambang ke Liputankota.com, Kamis 5 Maret 2021.

Terpisah, Anjas salah satu pemilik bangunan di atas tanah bengkok menuturkan, pihaknya belum berani hengkang dari tanah bengkok tersebut karena nominal uang kerohiman yang ditawarkan AP2 jauh dari kata cukup, cuma Rp36 juta.

“Ya gimana mau pindah bang, orang Cuma dikasih Rp36 juta. Sedangkan biaya pindah dan harga material bangunan mahal,” keluh Anjas.

Anjas berharap pihak AP2 dapat memberikan solusi dengan menambah uang kerohiman tersebut. “Saya berharap AP2 dapat menambah uang kerohimannya,” ujarnya.

Sementara, Kamit, ahli waris makam yang berada di atas lahan seluas 5.400 meter per segi itu hingga sekarang masih menunggu kejelasan dari pihak AP2 terkait pemindahan makam keluarga.

“Saya ingin makam keluarga saya segera dipindahkan. Jangan karena sengketa lahan ini membuat AP2 mengabaikan pemindahan makam ini,” tukasnya.

Lanjut Kamit, di atas lahan botol (makam) tersebut sebelumnya berdiri 28 bangunan rumah dan sekarang bangunan-bangunan tersebut sudah dibayar, namun tanahnya masih bermasalah.

Baca: Arief Berharap Parenting Online Rutin Dilakukan

“Yang saya tahu ganti rugi tanah makam lebih kurang Rp10 miliar dan sudah dipakai untuk ganti rugi bangunan rumah kurang lebih Rp4 miliar. Sedangkan sisanya kurang lebih Rp6,2 miliar di pengadilan (konsinyasi) untuk ganti rugi tanah,” ungkapnya.(Tom/Jack)

Komentar

News Feed