oleh

Kejati Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Masker, Pejabat Dinkes Banten Ramai-ramai Mengundurkan Diri

Liputan Kota – Dua puluh pejabat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten ramai-ramai mengundurkan diri.

Pengunduran diri 20 orang pejabat itu disampaikan dalam lembar pernyataan sikap yang ditujukan kepada gubernur dan wakil gubernur Banten, pada 28 Mei 2021.

Pengunduran diri ke 20 pejabat itu setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi pengadaan masker di Dinkes Banten. Salah satunya adalah LS yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan dinas tersebut.

Dalam pernyataan sikapnya, mereka menyampaikan bahwa selama ini telah bekerja secara maksimal dalam melaksanakan tugas sesuai arahan kepala dinas kesehatan yang dilakukan dengan penuh tekanan dan intimidasi.

“Kondisi tersebut membuat kami bekerja dengan tidak nyaman dan penuh ketakutan,” demikian isi di salah satu poin dalam pernyataan sikap 20 pejabat Dinkes Banten.

Mereka juga mengaku kecewa sedih dengan penetapan tersangka LS. Menurut mereka seolah tidak ada upaya perlindungan dari pimpinan.

“Sesuai perkembangan saat ini, rekan kami ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan masker untuk penanganan Covid-19. Yang bersangkutan dalam melaksanakan tugas sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) sesuai perintah kepala dinas kesehatan. Dengan kondisi penetapan tersangka tersebut, kami merasa sangat kecewa dan bersedih, karena tidak ada upaya perlindungan dan pimpinan,” bunyi tulisan dalam poin kedua.

Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin mengaku, sudah mengetahui pernyataan sikap pengunduran diri 20 pejabat Dinkes Banten.

“ASN kalau mengundurkan diri itu adalah hak, mengundurkan diri dari jabatan itu hak. Dia masuk jadi ASN juga itu kan hak juga. Begitu mundur, itu juga hak,” katanya.

Meski demikian, pihaknya akan meminta klarifikasi 20 pejabat tersebut mengenai alasan mundur.

“BKD akan melakukan klarifikasi kebenaranya, apakah dia betul mengundurkan diri atas kemauan sendiri, itu yang kita pastikan,” ucap Komarudin

Termasuk meminta klarifikasi kepada Kepala DinkesĀ BantenĀ Ati Pramudji Hastuti sebagai pimpinan.

“Nanti setelah diklarifikasi, pengunduran dirinya diterima atau tidak, resminya itu ada SK (Surat keputusan) Gubernur, karena pengangkatan mereka melalui SK Gubernur,” terangnya.(Def/Jak)

Komentar

News Feed