oleh

Pria Asal Demak Jual Obat Penggugur Kandungan Ditangkap di Tangerang

Liputan Kota – S (43) pria asal Demak, Jawa Tengah, diamankan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Balaraja, Tangerang karena menjual obat penggugur kandungan ilegal secara online.

Kanit Reskrim Polsek Balaraja Ipda Jarot Sudarsono mengatakan, penangkapan S merupakan pengembangan ungkap kasus aborsi di wilayahnya.

“S ditangkap setelah terbukti menjual obat penggugur kandungan kepada pasangan kekasih. Di mana sebelumnya, sepasang kekasih ini melakukan aborsi menggunakan obat tersebut disalah satu rumah wilayah hukum Polsek Balaraja,” kata Jarot, kemarin.

Lanjut dia, dari penangkapan S, polisi mendapatkan sejumlah barang bukti berupa 13 butir pil Opistan, 15 butir pil merek Cytotec (Obat penggugur kandungan), 340 butir kapsul Lancar haid Merk Tiau Keng Poo, 14 butir pil merek Mefenamic Acid, 14 butir pil merek Amoxcillin, 7 butir pil merek Gastrul, dan berbagai macam alat bantu seks dan obat kuat impor.

“Kita amankan berbagai macam obat, dan juga alat kontrasepsi impor. Kami juga amankan uang senilai Rp500 ribu yang merupakan hasil penjualan obat penggugur kandungan,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, bisnis obat terlarang itu sudah dilakukannya selama kurang lebih 4 tahun. Di mana, penjualannya pun melalui online dan pemesanan dilakukan menggunakan aplikasi pesan WhatsApp.

“Kalau menjualnya lewat media sosial, tapi untuk transaksinya, si pembeli diminta menghubungi lewat aplikasi pesan, begitupun pembayaran yang menggunakan sistem transfer. Di mana dia meraup untung kurang lebih Rp500 ribu per bulan,” ungkapnya.

Selama S menjalankan bisnis tersebut, sudah 31 pasangan yang berhasil menggurkan kandungannya dengan obat yang dijual dan itu ditunjukkan melalui testimoni.

“Keterangan pelaku sudah 31 pasangan yang berhasil melakukan tindakan itu menggunakan obat yang dijualnya, tapi hal ini masih kita dalami,” katanya.

Atas perbuatannya, Pelaku dijerat Pasal 194 UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 340 KUHPidana dan atau Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 55 KUHPidana dengan hukuman di atas 5 tahun penjara.(Def/Ica)

Komentar

News Feed