oleh

Pedagang Tempe-Tahu di Pasar Tigaraksa Mogok Berjualan

Liputan Kota – Pedagang tempe dan tahu di Pasar Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, memilih mogok berjualan lantaran harga di tingkat produsen mengalami kenaikan.

“Harga tempe dan tahu di tingkat produsennya mahal, karena bahan baku kedelainya pun juga sedang mahal. Lalu, ukurannya pun juga dibuat lebih kecil, jadi kami bingung juga menetapkan harga ke pembeli, yang ada nanti tidak laku,” kata Susanto salah seorang pedagang, Kamis, 3 Juni 2021.

Aksi mogok berjualan para pedagang akan dilakukan hingga besok. Mereka berharap, pemerintah segera turun tangan mengatasi persoalan tersebut.

“Kami mogok sampai besok, kami harap pemerintah dapat memberikan bantuannya untuk penyediaan bahan baku yang murah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pengelola Pasar Tigaraksa Didi Supriyadi mengatakan, di Pasar Tigaraksa memang terdapat beberapa pedagang tempe-tahu yang memilih untuk menutup lapaknya sebagai bentuk protes kenaikan harga kedelai, sehingga harga di tingkat perajin ikut naik.

“Ada beberapa (Yang tutup), tapi hal ini belum memiliki dampak bagi para konsumen, lantaran masih ada sejumlah lapak yang memilih tetap berjualan meski peminatnya berkurang. Kami harap, aksi ini tidak dilakukan terus-menerus,” ucapnya.(Def/Ica)

Komentar

News Feed