oleh

Pakai Alamat Fiktif, LKPP Sebut Pemenang Lelang Rp6,9 Miliar di Tangsel Wajib Digugurkan

Liputan Kota – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) turut menyoroti adanya dugaan perusahaan pemenang lelang Rp6,9 miliar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang diduga menggunakan alamat fiktif.

Deputi Hukum dan Penyelesaian Sanggah LKPP Setya Budi Arijanta menyebut, perusahaan pemenang lelang dengan menggunakan alamat fiktif wajib digugurkan.

Bahkan menurut Setya, perusahaan yang menggunakan alamat fiktif pada pemenang lelang bisa dilaporkan kepada pihak berwajib jika terbukti melakukan tindak pidana pemalsuan.

“Perusahaan yang mengikuti lelang tender pemerintah, wajib mengikuti persyaratan administrasi. Dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) serta dinas pengguna jasa kontraktor wajib melakukan pembuktian kualifikasi,” ujar Setya kepada wartawan, Senin, 7 Mei 2021.

Setya menjelaskan, tahapan untuk sebagai pemenang lelang ada tahapannya, salah satu nya adalah pembuktian kualifikasi. Saat pengecekan perusahaan tersebut harus sesuai dengan alamat, jika tidak seharusnya lelang itu wajib digugurkan.

Menurut Setya, kejelasan alamat perusahaan menjadi penting jikalau di kemudian hari terjadi kerusakan dan masalah dalam konstruksi yang dibangun oleh perusahaan.

Setya menjelaskan, jika perusahaan tersebut menggunakan alamat fiktif, maka jika ada pengaduan akan semakin sulit dan tidak dapat dihubungi.

“Makanya ada tahap pembuktian kualifikasi, karena kemarin banyak kasus ya kita temukan itu cuma kerjaannya dijual lagi.
Nanti yang ngerjain orang lain. Itu enggal boleh. Di Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 tahun 2018. Kembali lagi, harus verifikasi. Kemudian dilaporkan ke polisi karena perbuatan pemalsuan dan penipuan,” paparnya.

Sebelumnya, Ketua Perkumpulan Monitoring Pilar Bangsa (PMPB), Gordon Sitinjak soroti proyek Tambah Ruang Kelas (TRK) SD Negeri Perigi 04, Pondok Aren yang dimenangkan oleh PT Fauzan Bahirah Arsya Berkarya dengan pagu Rp6.978.365.993.

Gordon menduga adanya keterlibatan dan pemufakatan jahat dalam proyek TRK SDN Perigi 04. Pasalnya, kata Gordon, perusahaan yang dimaksud tidak ada pada alamat yang dicantumkan pada kode tender Kode Tender 13028225.

“Saya menduga proyek TRK SD Parigi 4 senilai Rp6,9 miliar itu ada persekongkolan jahat antara pengusaha dan penyedia proyek. Saya melihat adanya keterlibatan oknum pejabat dalam mengatur proyek tersebut,” sebutnya.(Def/Yan)

Komentar

News Feed