oleh

Demi Kesehatan Ibu dan Bayi, RSIA Bina Medika Terapkan Prokes Ketat

Liputan Kota – Direktur RSIA Bina Medika Bintaro Irma Rismayanty mengatakan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang sangat ketat demi keselamatan ibu dan buah hatinya.

Irma mengatakan, ketika ibu hamil datang ke RSIA terkena Covid-19 saat sudah pembukaan, maka pihaknya akan menyelamatkan ibu dan bayi terlebih dahulu dengan prokes yang ketat.

“Nah di situ, kita harus selamatkan ibu dan bayi dengan prokes ketat serta menggunakan ruang isolasi untuk emergency. Setelah bayi lahir pasien yang merupakan ibu atau bayi lalu dirujuk ke rumah sakit yang menerima pasien Covid,” kata Irma kepada wartawan, Rabu, 9 Juni 2021.

Bagi bunda yang ingin melahirkan namun menginginkan rumah sakit yang aman dan nyaman, Irma mengaku RSIA Bina Medika bisa menjadi pilihan.

“Untuk ibu hamil, PCR rutin dari usia 37-38 minggu secara berulang, ada juga swab antigen yang hasilnya bisa ditunggu. Jadi kita edukasi dokter dan pasien agar jangan sampai terkena covid dan tentunya kita bersama-sama berjuang,” ungkapnya.

Sementara itu, Staff Khusus Bidang Kesehatan Kota Tangsel Suhara Manullang berharap, RSIA Bina Medika menjadi indikator dan acuan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Persalinan tidak kenal waktu dan adanya rapid antigen bisa langsung ketahuan hasilnya. RSIA Bina Medika punya kekhususan tanpa mengurangi SOP yang ada, sehingga masyarakat punya satu jaminan ketersediaan pelayanan,” tuturnya.

Kemudian, Head of Marketing RSIA Bina Medika Helky Nugroho mengatakan, selain dari sisi medis, pihaknya juga memperbarui sistem registrasi yang dapat diakses dimanapun dengan konsep Self Registration.

Sehingga, Helky menerangkan, dapat memudahkan pasien untuk membuat janji dengan dokter spesialis dan meminimalisir antrian saat pendaftaran.

Lanjutnya, pihaknya juga sudah mulai menerapkan pelayanan tanpa plastik. Dijelaskan dia, pasien akan mendapatkan tas atau membawa paper bag dari rumah.

Kemudian, pasien, staf dan dokter di rumah sakit membawa tumbler atau botol minum dan tempat makan dari rumah masing-masing, hal itu bertujuan sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik.

“Untuk rencana ke depan melalui ruang rawat inap, kami akan menyediakan tumbler khusus dan tempat makan yang dapat dibersihkan kembali, dan masih banyak ‘campaign’ yang akan dijalankan untuk membantu mengurangi sampah plastik demi masa depan anak dan cucu kita nanti,” tutupnya.(Def/Yan)

Komentar

News Feed