oleh

Orangtua Siswa di Banten Keluhkan Situs PPDB Error

Liputan Kota – Orangtua siswa yang hendak melakukan pendaftaran jenjang SMA/SMK Negeri melalui situs PPDB https://ppdbmandiri.bantenprov.go.id/ mengeluh.

Mereka mengeluhkan situs tersebut yang sejak hari pertama dan kedua masih mengalami error.

Salah satunya seperti dialami Miranda, warga Muncul, Tangerang Selatan (Tangsel) yang sejak kemarin belum juga bisa mendaftarkan anaknya.

“Sampai hari gini masih error, dijadwal mulai 23.59 WIB ternyata baru bisa dibuka pukul 00.30 WIB. Terus sampai sekarang belum bisa ketahuan anak saya masuk daftar sementara atau enggaknya,” katanya, Selasa, 22 Juni 2021.

Saat akan memasukkan dokumen surat keterangan lulus, dokumen selalu gagal diunggah tanpa ada penjelasan apapun.

“Layar web berulangkali menampilkan pesan error,” ucapnya.

Di samping itu, data siswa berdasarkan NISN anaknya juga banyak yang berubah. Padahal data itu berdasarkan Dapodik, namun di website menunjukkan ke daerah lain.

“Dapodik itu data siswa, nama alamat KK, orang tua dan lain-lain. Tapi kayaknya yang di web PPDB enggak ngelink ke Dapodik. Jadinya pada kacau,” keluhnya.

Perubahan data ini ditunjukkan dengan alamat. Dirinya yang berasal dari Kecamatan Muncul Tangsel justru berubah menjadi Kecamatan Cisauk

“Data siswa alamatnya juga banyak yang berubah menjadi Kecamatan Cisauk dan jadi luar daerah,” tambahnya.

Errornya sistem PPDB di website juga sudah ditanyakan ke pihak sekolah di mana anaknya mau mendaftar. Rupanya, banyak juga orangtua siswa mengalami hal yang sama.

“Saya sudah konfirmasi katanya semua orangtua mengeluhkan hal yang sama,” katanya.

PPDB SMA menggunakan empat jalur penerimaan. Jalur zonasi pendaftaran mulai 21-23 Juni, jalur afirmasi 30 Juni-2 Juli, jalur perpindahan orangtua 30 Juni-2 Juli dan jalur prestasi 30 Juni-4 Juli.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Banten Tabrani mengatakan, jika pendaftaran tidak bisa dilakukan secara online, maka siswa bisa langsung mendaftar ke sekolah

Zonasi yang dilakukan selama PPDB SMA bukan berdasarkan kabupaten kota, melainkan zonasi provinsi. Sekolah akan menerima siswa terdekat kemudian jika rombel (kelas) sudah terpenuhi, maka penerimaan dihentikan.

“Zonasi provinsi maksudnya adalah titik sekolah akan menerima siswa terdekat di sekolah itu kemudian kalau sudah terpenuhi kuota rombel maka selesai. Misalnya rombelnya perlu siswa 260 siswa, ketika 260 siswa terpenuhi, pokoknya cukup rombel selesai,” jelasnya.(Def/Jak)

Komentar

News Feed