oleh

Geger Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 di Desa Mekar Baru Kopo, Begini Penjelasan Kades

Liputankota -Kepala Desa (Kades) Mekar Baru, Kecamatan, Kopo Kabupaten Serang, Apipah membantah berita yang beredar, terkait adanya dugaan praktik korupsi Bansos Covid-19 di desanya, Minggu (4/7/2021).

Dikatakannya, uang bansos covid yang diambil kembali oleh pihak desa hanya dilakukan kepada para penerima yang mendapatkan lebih dari satu bantuan.

“Jadi yang kita ambil lagi uangnya itu yang double (ganda) mas. Misalkan bantuan BLT (Bantuan Langsung Tunai) dia dapet, PKH (Program Keluarga Harapan) dia dapet, BPTN (Bantuan Pangan Non Tunai) dia dapet, pasti akan saya ambil lagi,” kata Apipah menjelaskan ke Liputankota.com, ditulis Minggu 4 Juli 2021.

“Jadi harus satu program bantuan saja yang boleh dia terima, yang double kita ambil lagi, kita kasih ke warga yang belum mendapatkan Bansos Covid-19,” sambungnya.

Apipah menuturkan, bila ada hal-hal yang kurang jelas dialami oleh warganya, bisa datang langsung ke Kantor Desa untuk dibicarakan secara baik-baik.

“Kalau ada unek-unek di tengah masyarakat, silahkan datang ke saya, saya ada sebagai kepala desa,” paparnya.

**Baca: Cerita Pahit Penerima Bansos di Mekar Baru Kopo, ATM dan Uang Bantuan Diambil Lagi

Diberitakan sebelumnya, Rofid (bukan nama sebenarnya), warga penerima Bansos di Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo mengaku, dirinya mendapat bantuan Covid-19 sebesar Rp500 ribu. Ia pun mendapat Kartu ATM BRI, dan langsung mencairkan uang bantuan di ATM BRI terdekat.

Akan tetapi, setelah mencairkan uang Bansos Covid-19, ia didatangi aparat Desa Mekarbaru di rumahnya. Salah seorang Aparat Desa Mekarbaru itu khendak mengambil kartu ATM dan uang Bansos Covid-19 yang telah dicairkan oleh Rofid. (Lin/Ris)

Komentar

News Feed