oleh

Lagi, Perusahaan Diduga Beralamat Fiktif Menang Tender di Tangsel, Nilai Proyeknya Rp14,6 Miliar

Liputan Kota – Perusahaan diduga beralamat fiktif kembali memenangkan tender proyek di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Nilai pagu proyeknya sebesar Rp14,6 miliar.

Informasi yang diterima, PT Jasa Konstruksi Internusa beralamat di Jalan Sulawesi Blok MD Nomor 11, RT 009, RW 08 Sektor XIV-6 BSD, Kota Tangsel. Namun, alamat tersebut tidak ditemukan.

Salah seorang petugas keamanan berinisial HW menuturkan, alamat tersebut tidak ada. Pasalnya, di Jalan Sulawesi hanya terdapat blok dengan satu huruf.

“Kalau di sini (Jalan Sulawesi-red) tidak ada yang bloknya dua huruf. Misalnya kalau blok M ya M aja, kalau D ya D aja. Enggak ada blok MD. Kalau yang dua huruf gitu adanya di Jalan Sula, dan Jalan Batam. Jadi kalau di sini enggak ada yang dua huruf gitu,” ungkap HW kepada wartawan, Rabu, 7 Juli 2021.

Wartawan mendapati PT Jasa Konstruksi Internusa berada di Jalan Sula blok MD Nomor 11 RT 002 RW 14. Namun tidak ada aktivitas apapun di tempat tersebut. Penuturan Ketua RT 02 RW 14 Daniel, sudah tiga tahun rumah tersebut kosong.

“Selama saya menjabat di sini, kurang lebih tiga tahun. Saya engga pernah lihat adanya kegiatan disitu. Ya kosong aja. Saya sempat denger kalau rumah itu dikontrak, tapi saya engga tahu dikontrak sama siapa, pemiliknya rumah itu juga saya engga tahu. Jadi, kalau ditanya apakah ada kegiatan perkantoran, ya saya pastikan ngga pernah ada kegiatan di alamat tersebut,” tutur Daniel.

Hal serupa dikatakan Ketua RW 14 Aditya Mangoen. Kata Aditya, perusahaan yang dimaksud tidak ada di wilayahnya. Terkait rumah berplang PT Jasa Konstruksi Internusa, pihaknya tidak mengetahui kapan plang tersebut dipasang.

“Saya tidak pernah tahu, rumah itu milik siapa. Karena, kalau saya tahu pasti saya mintain iurannya. Kalau di sini, rumah kosong tetap ada iuran. Nah, rumah itu saya enggak tahu tuh siapa yang punya, jadi saya enggak pernah bisa minta iurannya. Yang jelas, plangnya dipasangnya kapan saya enggaj tahu, aktivitasnya juga ngga pernah ada,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Layanan Pengadaan (BLP) Tangsel Hendri Sumawijaya menyatakan, tidak mengetahui hal tersebut. Pasalnya, pihaknya hanya berwenang secara administrasi.

“Kalau administrasinya sudah sesuai, badan hukumnya, keterangan domisili, nomor induk berusaha (NIB), dan kelengkapan dokumen lainnya ada, ngga ada masalah buat kita,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya hanya mengecek sebatas yang tadi disebutkan, seperti contoh terkait PT Fauzan Bahirah Arsya Berkarya. Pihaknya langsung lakukan verifikasi ke lapangan, dan Ketua RT sudah buat pernyataan bahwa perusahaan tersebut ada di alamat itu.(Def/Yan)

Komentar

News Feed