oleh

Kejaksaan Kantongi Sejumlah Calon Tersangka PKH

Liputankota — Kasus dugaan penyelewengan dana program keluarga harapan (PKH) periode 2018 hingga 2019 di Kecamatan Tigaraksa akhirnya menemukan titik terang. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang sudah menerima dokumen audit kerugian negara dari Inspektorat.

Diketahui, penyidik kejaksaan melakukan pemeriksaan maraton untuk kasus dugaan penyelewengan dana PKH di Kecamatan Tigaraksa. Penyidik mengestimasi kerugian negara dari kasus dugaan penyelewengan dana PKH selama 2018 hingga 2019 di Kecamatan Tigaraksa mencapai Rp3,5 miliar. Nilai tersebut didapat setelah memeriksa seluruh penerima program di 12 desa dan dua kelurahan hasil dari pemeriksaan dan pendalaman keterangan dari 3.585 orang keluarga penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Tigaraksa. Termasuk 29 orang ketua KPM. Nana mengatakan, hasil pemeriksaan didapat unsur tindak pidana korupsi dugaan penyelewengan dana PKH selama 2018 hingga 2019.

Seperti diketahui Kemensos menyalurkan bantuan kepada PKH sebesar Rp 550 ribu/keluar/tahun. Sementara untuk keluarga miskin dan rentan sebesar Rp 1 juta/keluarga/tahun. Jika di keluarga ada ibu hamil, anak usia dini, bersekolah di SD hingga SMA, disabilitas berat dan lanjut usia, besaran batuan berbeda. Keluarga yang terdapat ibu hamil, anak usia dini, disabilitas berat dan lanjut usia, masing-masing sebesar Rp 2,4 juta/tahun/keluarga. Anak bersekolah di SD Rp 900 ribu, SMP Rp 1,5 juta, SMA Rp 2 juta.

**Baca: Tiga Kandang Berisi 15 Ribu Ekor Ayam di Tangerang Ludes Terbakar

Nana menyebutkan, unsur tindak pidana korupsi didapat setelah ditemukan adanya banyak KPM yang tidak menerima uang bantuan sebagaimana mestinya. Tidak hanya itu, keluarga penerima program ini tidak memegang buku tabungan dan kartu ATM. Bahkan, ada keluarga yang ditemukan tidak menerima sama sekali selama 2018 hingga 2019, padahal terdaftar sebagai penerima PKH di Kecamatan Tigaraksa.

“Kita telah menerima dokumen hasil audit kerugian negara dari inspektorat pada awal Juli. Hasilnya kerugian negara melebihi dari hitungan estimasi kita. Tersangka akan segera kita rilis untuk dugaan kasus PKH di Kecamatan Tigaraksa. Kita rilis setelah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat,” pungkasnya.(Lin/Jack)

Komentar

News Feed