oleh

Isu Mafia Tanah di Pantura Tangerang, Pemuda Nahdliyin: Jangan Ganggu Iklim Investasi

Liputan Kota – Tokoh Pemuda Nahdliyin wilayah Pantura Kabupaten Tangerang Muhammad Yusuf angkat bicara terkait isu mafia tanah yang terus bergulir.

“Eksploitasi narasi mafia tanah sengaja diciptakan kemudian menjadi stigma buruk. Motifnya diduga kuat tidak senang jika wilayah Pantura maju menjadi kota mandiri dan taraf ekonomi masyarakatnya meningkat,” kata Yusuf kepada awak media, Minggu, 1 Agustus 2021.

Menurutnya, di sebuah wilayah pasti terjadi sebuah persoalan, tak terkecuali masalah tanah. Namun, persoalan tersebut diselesaikan melalui jalur konstitusional. Yusuf melihat, ada pihak tertentu yang mencoba menganggu iklim investasi dengan menggiring opini bahwa sejak adanya investor di Pantura muncul mafia tanah.

“Masyarakat Pantura ingin maju, jangan membuat isu mafia tanah di wilayah kami. Saya dengar yang menghembuskan isu itu kan orang pintar, jika memang ada persoalan selesaikan dengan jalur secara konstitusional. Jangan ganggu iklim investasi,” tegasnya.

Diakui Yusuf, narasi mafia tanah yang dilontarkan justru bukan berasal dari masyarakat Pantura. Oleh karenanya, isu tersebut bisa mencoreng nama baik wilayah Pantura hingga berdampak pada pembunuhan karakter.

“Saya rasa Kabupaten Tangerang wilayah Pantura sangat tercoreng nama baiknya sampai membunuh karakternya. Orang di luar pantura bicara ada mafia tanah seolah-olah paling tahu kondisi wilayah sini,” ujar pria asal Kecamatan Pakuhaji ini.

Di sisi lain, Yusuf mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah tepat menggaet investor, sehingga harapan untuk meningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat Pantura akan lebih terealisasi.

Menurut dia, itu merupakan suatu langkah good governance, di mana pemerintah, rakyat dan pengusaha atau investor bersinergi.

“Pemerintah daerah sudah berhasil mengarah kepada good governance. Tinggal peran rakyat khususnya di wilayah Pantura mengawal, mengkontrol dan berikan gagasan inovasi untuk lebih merealisasikan pertumbuhan ekonomi,” papar Yusuf.

Koordinator Pantura SEMA Tangerang Raya Alfi Budairy menjelaskan, secara empiris, animo masyarakat sangat bersuka-cita dengan kehadiran investor atau pengembang membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan.

“Cuma yang jadi catatan, perhatikan dan lindungi hak-hak pekerja sebagaimana aturan yang berlaku. Cacatan ini berlaku bagi pengembang yang sudah dan akan berdiri melakukan aktivitas komersilnya,” kata Alfi mengingatkan.

Selain itu, Alfi merupakan warga Pantura menyatakan memiliki jiwa primordial untuk memajukan wilayahnya tanpa sifat pragmatis untuk mendapat keuntungan pribadi.

“Sifat primordial saya akan terus menyebar ke kawan-kawan untuk memajukan wilayah Pantura. Bukan pakai pola pragmatis membuat gaduh tapi ujung-ujung mencari keuntungan pribadi,” sebut Alfi.

“Seperti akhir-akhir ini diketahui ada pihak tertentu memanfaatkan isu mafia tanah di Pantura dan menjadi penumpang gelap. Bahkan ibarat maling teriak maling untuk mencari keuntungan pribadi sebesar besarnya dan mau menjadi pahlawan kesiangan,” singgung Alfi.(Def/Jak)

Komentar

News Feed