oleh

Masuk Wilayah Aglomerasi, Persentase Vaksinasi di Banten Masih Rendah

Liputankota – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyebut, persentase vaksinasi Covid-19 di Provinsi Banten masih rendah.

Untuk vaksinasi dosis pertama baru 28 persen dan dosis kedua 14 persen. Melihat itu, Polri akan membantu pemerintah daerah untuk meningkatkan persentase dalam realisasi layanan vaksin.

“Bila dibandingkan dengan DKI Jakarta, wilayah Banten ini masih sangat rendah, padahal Banten masuk dalam wilayah aglomerasi. Makanya, kami akan berkoordinasi untuk bisa membantu pemerintah daerah dan provinsi dalam meningkatkan sasaran vaksin,” kata Listyo di Tangerang, Kamis, 19 Agustus 2021.

Lanjut dia, Tangerang menjadi sasaran utama dalam pemberian vaksinasi, terlebih pada kategori buruh yang ada di lingkungan pekerjaan padat karya.

“Nanti akan kami bantu. Namun, akan diselaraskan dulu dengan vaksin gotong royong, kami lihat berapa kurangnya, maka akan kami beri kuota,” ujarnya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, untuk dosis pertama, wilayah Kabupaten Tangerang telah memberikan pada 520 ribu orang yang terdiri dari beberapa komponen, seperti tenaga kesehatan, masyarakat umum, buruh, hingga pelajar.

“Memang kamu masih terus mengejar penyelesaian pemberian vaksin. Di mana terdata untuk dosis pertama baru 520 ribu, itu terdata baik penyelenggaranya dari kami pemerintah hingga kepolisian seperti saat ini. Dan untuk dosis kedua pun masih berjalan, sembari kita menunggu jatah vaksin lagi,” ujarnya.

Ia menyebut memang masih banyak masyarakat yang belum tervaksinasi. Makanya dengan bantuan dan koordinasi yang ada antara pemerintah dengan TNI-Polri, diharapkan target vaksinasi di Kabupaten Tangerang bisa tercapai.

“Dengan koordinasi ini tentu kita harap bisa tercapai targetnya, yakni 2 juta warga (Tervaksin) hingga bulan Desember 2021,” katanya.(Def/Ica)

Komentar

News Feed