oleh

Pemkab Tangerang Lakukan Edukasi Tentang Bahaya Kekerasan Seksual dan Penyalahgunaan Obat Terlarang

Liputankota – Guna meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak di era teknologi 4.0, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A)

Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kegiatan webinar dengan tema “Pencegahan Kekerasan Seksual dan Penyalahgunaan Obat Terlarang pada Anak di Era 4.0” pada Kamis (19/08/2021).

Kepala DP3A Kabupaten Tangerang, Asep Jatmika Sutrisno menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Hari Anak Nasional Tahun 2021 Tingkat Kabupaten Tangerang. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan tercapainya generasi anak yang Genius (Gesit, Empati, Berani, Unggul, dan Sehat).

“Dalam pelaksanaaan Hari Anak Nasional tahun 2021, kita masih menghadapi tantangan dengan adanya pandemi seperti saat ini. Terutama untuk anak-anak juga menghadapi persoalan seperti pengasuhan kepada anak yang orang tuanya terjangkit virus Covid-19, serta kurangnya kesempatan bermain dan belajar secara langsung di sekolah,” ucapnya dalam sambutan.

Dalam kegiatan tersebut, DP3A Kabupaten Tangerang juga menghadirkan beberapa narasumber, seperti Ketua Badan Narkotika Kabupaten Tangerang, Dedi Sutardi, Kepala Bidang Pendidikan SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Abdul Qodir, dan Pengawas Kemenag Kabupaten Tangerang, Taufik Rahman.

“Adapun persoalan tentang perkembangan teknologi 4.0 yang tentunya memiliki dampak positif dan negatif bagi anak. Untuk dampak positif, anak-anak dapat mengakses informasi secara langsung melalui internet dan untuk dampak negatifnya, banyak anak-anak yang dapat mengakses film porno tanpa sadar yang dapat diakses secara langsung. Hal seperti ini yang harus selalu kita edukasi,” lanjutnya.

**Baca: Pendapatan Perubahan APBD Kabupaten Tangerang 2021 Meningkat

Sebagai informasi, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Tangerang telah mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Di tahun 2019, DP3A mencatat terdapat 275 kasus, tahun 2020 turun ke angka 147 kasus, dan sampai bulan Juli tahun 2021 terus mengalami penurunan menjadi 76 kasus.

Ia pun berharap, dengan diadakannya webinar tersebut, masyarakat di Kabupaten Tangerang khususnya perempuan dan anak-anak dapat teredukasi dari dampak positif di era digital 4.0, sehingga nantinya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Tangerang dapat menurun setiap tahunnya.(lin)

Komentar

News Feed