oleh

Fraksi DPRD Pertanyakan RPJMD Tangsel 2021-2026

Liputankota – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2021-2026 dipertanyakan Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

RPJMD Kota Tangsel tahun 2021-2026 tersebut merupakan pengajuan dari Pemkot Tangsel untuk dibahas. Namun, beberapa fraksi mempertanyakan RPJMD tersebut.

Pandangan Fraksi Partai Gerindra-PAN yang dibacakan Zulfa Sungki Setiawati memaparkan, Raperda RPJMD Tangsel tajun 2021-2026 merupakan kelanjutan dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2005-2025.

“Yang menjadi pertanyaan kenapa RPJMD 2021-2026 bukan RPJMD 2021-2025, mengingat RPJPD Kota Tangerang Selatan hanya sampai 2025?” ujarnya dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi terhadap 3 Raperda, Senin, 13 September 2021.

Zulfa menerangkan, terdapat beberapa kemungkinan RPJMD Kota Tangsel yang program atau kegiatan target capaiannya tidak terealisasi.

“Bagaimana tindak lanjut atas capaian program/kegiatan yang tidak terealisasi pada RPJMD Kota Tangerang Selatan tahun 2021-2026?” tanya Zulfa.

Sementara itu, pandangan Fraksi PDI Perjuangan yang dibacakan Ledy MP Butar Butar menganggap bahwa pemerintah daerah harus menjabarkan apa saja evaluasi serta capaian dalam RPJMD 2016-2021.

“Sehingga aparatur pelaksana dapat bekerja secara riil, berdasarkan data serta kondisi yang telah dilalui untuk periode RPJMD berikutnya,” ungkapnya.

Ledy menerangkan, pihaknya melihat bahwa RPJMD 2021-2026 seharusnya mengacu kepada RPJPD Kota Tangerang Selatan menjadi 2021–2025.

Hal itu karena untuk merealisasikan program teknis harus membuat RPJMD mengacu pada RPJPD, maka dokumen pelaksanaan harus benar-benar terstruktur.

“Jika terjadi sebuah perbedaan dan keluar dari koridor RPJPD, maka nanti akan bisa menjadi permasalahan di kemudian hari. Capaian atau target RPJMD haruslah rasional dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di atasnya,” paparnya.

Terpisah, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya sangat terbuka menerima kritikan yang diutarakan oleh DPRD.

Nantinya, lanjut Benyamin, pihaknya akan melakukan pembahasan dan rapat dengar pendapat untuk membahas dan pempertajam RPJMD tersebut.

“Solusi nanti kita bahas, setelah ini kami ada jawaban wali kota, setelah itu nanti dibahas dengan dengar pendapat, di situ akan kita pertajam, kita bahas, kita jelaskan apa yang ada tadi. Tetapi emang kalau ada masukan dari dewan kita sangat terbuka,” katanya.(Yandri)

Komentar

News Feed