oleh

Pemuda Harus Menjadi Solusi

Liputankota – Jas Merah! Begitu kira-kira yang diingatkan oleh Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno untuk menegaskan putra-putri bangsa Indonesia agar tidak sekali-sekali melupakan sejarah.

Menurut J. Bank, sejarah merupakan semua kejadian atau peristiwa masa lalu yang bertujuan untuk memahami perilaku masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang (Ilmu Sejarah dan Historiografi ; Arah dan Perspektif : 1985). Artinya, setiap kejadian yang hari ini kita lalui tidak bisa terlepas dari sebuah kebudayaan masa lalu. Maka siapa saja memahami dan mengerti mengenai masa lampau, maka dia yang akan memenangkan hari esok.

Peranan pemuda dalam membangun kebudayaan sejarah bngsa Indonesia tentunya sangat mendominasi. Karena melalui pemuda, bangsa Kita bisa terlepas dari belenggu dan cengkraman kolonialisme. Perjuangan pemuda pra kemerdekaan sejak dimulainya Boedi Oetomo, Sumpah Pemuda dan perjuangan gerilya para pemuda menjadi bentuk fakta sejarah yang tidak bisa lepas bahwa pemuda merupakan titik penting bagi kemajuan sebuah bangsa.

Penculikan Bung Karno, menekan kemerdekaan, mengusir penjajah merupakan bentuk gerakan-gerakan pemuda yang nyata pada masa lalu. Artinya, gerakan pemuda masa lalu tidak bisa kita pisahkan dengan gerakan pemuda hari ini.

Bahwa pemuda harus berperan aktif dalam pembangunan bangsa, pendidikan bangsa, perjuangan bangsa demi untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia yang termaktub dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Dari rangkaian semua itu Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) harus menjadi wadah perjuangan para pemuda yang hari ini sadar akan perubahan. Pemuda merupakan aktor intelektual yang kehadirannya mampu di harapkan memberikan perubahan Bangsa menuju arah yang lebih baik.

Menurut Undang-Undang No 40 Tahun 2009 pemuda adalah penduduk yang berusia 16 sampai 30 tahun yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan.

Dalam sudut pandang demografi penduduk, kelompok umur pemuda masuk ke dalam usia yang produktif, yaitu usia yang masuk dalan perhitungan Beban ketergantungan yang memiliki posisi sebagai penanggung beban penduduk usia yang sudah tidak lagi produktif.

Pemuda di Kabupaten Lebak tentunya harus menjawab semua tantangan dalam perubahan zaman yang terus berkembang, teknologi yang semakin canggih dengan mengasah keterampilan, membuat inovasi dan berpikir sekreatif mungkin. Dalam narasi-narasi ke-Islam-an ada beberapa Mahfudzot tentang pemuda bahwa “Sybbaanul yaum rijaalul ghadd” yang artinya pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan.

Tentunya ini selaras dengan apa yang di tuangkan sudut pandang demografi penduduk yang mana pemuda menjadi penanggung beban pendudum usia yang sudah tidak lagi produktif.

Tentunya, KNPI hanya menjadi sebuah wadah bagi pemuda untuk menuangkan keterampilan, inovasi dan kreativitasnya dalam menjawab sebuah tantangan zaman yang terus berkembang.

Apalagi mengingat di Kabupaten Lebak akan banyak sekali perubahan sejak di aktifkannya gerbang tol. Tentunya ini akan mempengaruhi berbagai aspek daru sisi sosial, ekonomi, kebudayaan dan lain-lain.

Oleh sebab itu saya mengajak semua unsur kepemudaan untuk bersama-sama bergotong royong membangun daerah yang kita cintai ini. Memberikan ide juga gagasan, merawat tradisi-tradisi, mengembangkan unsur kepemudaan dan menjadi solusi bagi perubahan zaman.

Penulis adalah Muhamad Japar Toha, Ketua DPD KNPI Kabupaten Lebak

Komentar

News Feed