Paguyuban Karo Serang Sambut 170 Petani Yang Lakukan Aksi Jalan Kaki Medan-Jakarta

Liputankota-Sebanyak 170 petani asal Deli Serdang, Sumatera Utara, yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) lakukan aksi jalan kaki Medan-Jakarta untuk bertemu Presiden Joko Widodo.

Aksi tersebut dilakukan sejak 25 Juni 2020 dan hari ini telah sampai ke Kota Serang, Banten setelah berjalan kaki selama 40 hari.

Aksi berjalan kaki itu dilakukan untuk mendesak Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) agar segera mencabut izin perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) dengan Nomor 171/2009 atas lahan seluas 854 hektare yang diberikan kepada PTPN II Deli Serdang. Dimana hal itu menjadi sumber konflik agrarian yang sangat banyak merugikan warga setempat.

Sesampainya di Serang, Paguyuban Masyarakat Karo Sada Arih Serang langsung menyambut dan memberikan dukungan terhadap ratusan petani dengan tekat kuat tersebut.

Penasihat Paguyuban Masyarakat Karo Sadah Arih Serang, Lasman Bangun menerangkan, pihaknya selaku masyarakat Karo Sada Arih Serang merupakan perantau dari Sumatera Utara.

Pihaknya terharu melihat perjuangan saudara sekampung yang melakukan aksi jalan kaki untuk menyelesaikan sengketa lahan antara PTPN dan petani.

Maka dari itu, Paguyuban Masyarakat Karo Sada Arih Serang berinisiatif untuk mengumpulkan sumbangan dari para anggotanya.

“Karena dadakan para saudara kita ini, maka kami hanya bisa mengumpulkan seadanya. Semoga bantuan kecil kami ini dapat membantu saudara sekampung untuk bekal di perjalanan,” ungkap Lasman kepada Liputankota.com, di Gedung PWNU Kota Serang, Rabu (5/8/2020).

Baca: Mengenal Tb. Masduki, Pengusaha yang Konsisten dan Ikhlas Menjaga Marwah dan Nilai-nilai Kebantenan.

Lasman berharap agar perjuangan para petani tersebut bisa mendapatkan solusi seperti yang diharapkan.

“Semoga perjuangan serta keringat dari para saudara kita ini mendapatkan hasil yang memuaskan. Kita berharap setelah bertemu presiden mendapatkan solusi yang adil dan memuaskan,” harapnya.(Tom/Jak)

Komentar